Padre Pio miraculous chaplet APP
Doa Pengantar pada Salib:
Ya Yesus, penuh rahmat dan kasih sayang, korban bagi orang-orang berdosa, begitu terdorong oleh kasih-Mu kepada kami sehingga Engkau rela mati di kayu salib, dengan rendah hati aku memohon agar Engkau memuliakan di surga dan di bumi, hamba Tuhan, Padre Pio dari Pietrelcina, yang dengan murah hati mengambil bagian dalam penderitaan-Mu, yang begitu mengasihi-Mu dan bekerja dengan setia demi kemuliaan Bapa Surgawi-Mu dan demi kebaikan jiwa-jiwa. Dengan penuh keyakinan, saya mohon kepada-Mu untuk memberi saya, melalui perantaraannya, rahmat (sampaikan permintaan Anda di sini ...) yang sangat saya dambakan.
Pada setiap set tiga manik ucapkan satu Bapa Kami, satu Salam Maria dan satu Kemuliaan.
Doa Penutup Padre Pio, berdoa pada medali (opsional):
Tinggallah bersamaku, Tuhan, karena Engkau perlu hadir agar aku tidak melupakan Engkau. Kamu tahu betapa mudahnya aku meninggalkanmu.
Tetaplah bersamaku ya Tuhan, karena aku lemah dan aku membutuhkan kekuatan-Mu agar aku tidak sering terjatuh.
Tinggallah bersamaku, Tuhan, karena Engkaulah hidupku dan tanpa Engkau aku tidak bersemangat.
Tinggallah bersamaku ya Tuhan, karena Engkaulah terangku dan tanpa Engkau aku berada dalam kegelapan.
Tinggallah bersamaku, Tuhan, untuk menunjukkan kepadaku kehendak-Mu.
Tinggallah bersamaku, Tuhan, agar aku mendengar suara-Mu dan mengikuti-Mu.
Tinggallah bersamaku, Tuhan, karena aku ingin sangat mencintai-Mu dan selalu bersama-Mu.
Tinggallah bersamaku, Tuhan, jika Engkau ingin aku setia kepada-Mu.
Tinggallah bersamaku ya Tuhan, semiskin apapun jiwaku, aku ingin menjadi tempat penghiburan bagi-Mu, sarang Cinta.
Tinggallah bersamaku, Yesus, karena hari sudah larut dan hari akan segera berakhir dan kehidupan terus berlalu; pendekatan kematian, penghakiman dan keabadian. Kekuatanku perlu diperbarui, agar aku tidak berhenti di tengah jalan dan untuk itu aku membutuhkanmu. Hari semakin larut dan kematian semakin dekat; Aku takut akan kegelapan, godaan, kekeringan, salib, kesedihan. Oh betapa aku membutuhkan Engkau, Yesusku di malam pengasingan ini!
Tinggallah bersamaku malam ini, Yesus; dalam hidup dengan segala bahayanya, aku membutuhkan Engkau.
Izinkan aku mengenali Engkau seperti yang dilakukan murid-murid-Mu pada saat memecahkan roti, sehingga Komuni Ekaristi menjadi Terang yang membubarkan kegelapan, kekuatan yang menopangku, sukacita unik di hatiku.
Tinggallah bersamaku, Tuhan, karena pada saat kematianku, aku ingin tetap bersatu dengan-Mu, jika bukan melalui Komuni, setidaknya melalui rahmat dan cinta.
Tinggallah bersamaku ya Tuhan, karena hanya Engkaulah yang kucari, kasih-Mu, rahmat-Mu, kehendak-Mu, hati-Mu, Roh-Mu, karena aku mencintai-Mu dan tidak meminta imbalan lain selain semakin mencintai-Mu.
Dengan cinta yang teguh, aku akan mencintai-Mu dengan sepenuh hatiku selama di bumi dan terus mencintai-Mu dengan sempurna selama-lamanya.
Amin.



